Langsung ke konten utama

KONSEP, PENDEKATAN DAN TEORI PERUBAHAN SOSIAL

 

    Perubahan sosial merupakan fenomena dalam hidup yang dialami setiap manusia. Setiap manusia dalam masa hidupnya pasti mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya, yang sedang terjadi ditengah pergaulan (interaksi) antara sesama individu manusia, demikian pula manusia dengan lingkungan hidupnya.

Coba bandingkan kehidupan kalian dimasa sekarang dengan kehidupan kalian beberapa tahun lalu, begitu juga dengan yang saya alami, pastilah kalian merasakan banyak hal-hal yang sudah berubah dalam hidup. Entah dalam pergaulan, dalam kegiatan sehari-hari bahkan mungkin berubahnya pola berteman kalian. Semua yang kalian rasakan itu juga dialami oleh manusia lain, hanya saja berbeda kecepatan atau laju terjadinya perubahan itu.

Di atas kita dapat memahami bahwa konsep perubahan sosial sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari perubahan kebudayaan. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang diikat oleh suatu kebudayaan, sedangkan kebudayaan adalah kesatuan dari cara merasa, berpikir, dan bertindak dari warga masyarakat yang bersangkutan.

Perubahan sosial menurut beberapa ahli

1.      William F. Ogburn

perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

2.      Kingsley Davis

perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

3.      Samuel Koening

bahwa perubahan sosial merupakan modifikasi-modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.

4.      Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola prilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat.

5.      Gillin

perubahan sosial ialah perubahan kehidupan manusia yang diterima, berorientasi terhadap perubahan kondisi geografis kebudayaan materiil, komposisi penduduk, ideologi ataupun difusi dalam penemuan hal-hal baru. 

6.      Soekanto

perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya.

·         Pendekatan teori klasik terhadap perubahan sosial

1.      August Comte

August Comte melihatnya sebagai suatu proses evolusi yang bersumber pada proses perubahan secara bertahap dari daya pemikiran masyarakat itu sendiri, atau di sebut juga dengan evolusi intelektual. Menurut Comte, dalam kehidupan suatu masyarakat, banyak unsur-unsur kehidupan yang mengalami perubahan secara evolusi. Namun di antara unsur-unsur tersebut harus ada salah satunya yang mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kehidupan masyarakat, sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan sosial. Dalam hal ini, pengaruh terbesar adalah dari evolusi intelektual, atau perubahan secara bertahap dalam cara dan kekuatan berpikir manusia.

2.      Karl Max

Menurut Karl Marx, kehidupan individu dan masyarakat itu dirasakan pada asas ekonomi. perubahan dalam infrastruktur ekonomi masyarakat merupakan pendorong utama terhadap perubahan sosial. Infrastruktur ekonomi yang dimaksudkan di sini meliputi kekuatan-kekuatan (model, dan sebagainya) serta hubungan-hubungan produksi. Marx, yang teori perubahan sosialnya ini sering digolongkan ke dalam Pendekatan Konflik menekankan aspek struktur dalam perubahan ekonomi yang dimaksud. Dengan penekanan pada aspek struktur ekonomi masyarakat.

3.      Emile Durkheim

    Menurut Durkheim setiap masyarakat diikat oleh suatu nilai kebersamaan, yang kemudian dikenal dengan konsep solidaritas. Dalam masyarakat yang tahap perkembangannya masih sederhana, ikatan solidaritas dalam masyarakat masih di dominasi oleh faktor-faktor emosional yaitu rasa kekeluargaan yang sangat tinggi antara sesama warga. Oleh karena itu warga masyarakat yang bersangkutan mempunyai pandangan hidup yang sama.

·         Pendekatan teori modern terhadap perubahan sosial

1.  Ekuilibrium artinya keseimbangan, Dilihat dari segi teori pada prinsipnya pendekatan ini mengatakan bahwa syarat kehidupan suatu masyarakat adalah adanya keseimbangan atau Ekuilibrium di antara bagian-bagian yang terdapat di dalamnya.

2.  Pendekatan Modernisasi, bahwa proses terjadinya perubahan sosial berkorelasi dengan proses industrialisasi yang ditandai oleh penemuan dan penggunaan alat-alat teknologi modern dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, sehingga pendekatan ini lebih menekankan pada adanya faktor eksternal yaitu perkembangan teknologi sebagai pendorong utama berlangsungnya perubahan sosial.

3.  Pendekatan Konflik, perubahan sosial dapat terbentuk dari konflik. Konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang termajinalkan atau tertindas, sehingga melahirkan sebuah perubahan sosial yang mengubah sistem sosial. Tokoh yang berpengaruh teori konflik: Karl Marx.

·         Bentuk perubahan sosial

a)      Perubahan Evolusi Dan Perubahan revolusi

Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. perubahan yang bersifat revolusi adalah perubahan yang berlangsung dengan cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.

b)      Perubahan Yang di Rencanakan dan Perubahan Yang Tidak di Rencanakan

Perubahan yang di rencanakan adalah perubahan-perubahan terbadap lembaga-lembaga masyarakat yang di dasarkan pada perencanaan yang matangoleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tesebut, Sedangkan perubahan tidak di rencanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar perencanaan atau pengawasan masyarakat. Perubahan yang tidak di kehendaki ini lebih banyak menimbulkan pertentangan pertentangan yang merugikan kehidupan masyarakat yang bersangkutan.


SUMBER :

http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/IPEM4439-M1.pdf

http://repository.unpar.ac.id/bitstream/handle/123456789/1972/Wulansari_142416-p.pdf?sequence=1&isAllowed=y

http://digilib.uinsby.ac.id/3769/4/Bab%202.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu, TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER?

  Komunikasi Kontemporer : Merupakan perkembangan dari teori komunikasi klasik dan menjadi lebih kompleks dari sebelumnya. Komunikasi kontemporer biasa diidentikkan dengan komunikasi virtual, komunikasi virtual adalah proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau media lainnya. Teori Sekumpulan konstruks yang saling terkait dalam menjelaskan sebuah fenomena, ada 3 hal didalam konstruks : ·          Konsep : Generalisasi hal yang bersifat abstrak (dapat diamati) ·          Konstruks : sebuah konsep yang dapat diukur (teori) ·          Variabel : Konstruks yang memiliki variasi nilai (penelitian) Komunikasi Pengiriman pesan dari komunikator sebagai sumber pesan kepada penerima pesan yang akan menimbulkan efek. Komunikasi juga sulit untuk didefinisikan karena komunikasi bersifat multi disiplin yang dipengaaruhi oleh sosiologi, antropo...

SEJARAH PERKEMBANGAN PERILAKU KOLEKTIF DAN KELOMPOK SOSIAL

  PERILAKU KOLEKTIF Spencer (1982: 491) menyatakan bahwa perilaku kolektif (collective behavior) dapat didefiniskan sebagai tindakan spontanitas, sifatnya sementara, dan tidak terlembagakan secara kelompok. Sedangkan Macionis (1999: 607) berpendapat bahwa perilaku kolektif (collective behavior) adalah aktivitas yang dilakukan oleh sejumlah anggota manusia yang jumlahnycukup banyak, bersifat spontanitas, dan biasanya bersifat penentangan terhadap norma yang sudah mapan (established norms). Bentuk-bentuk dari collective behavior adalah crowds, mobs and riots, rumor and gossip, public opinion, panic and mass hysteria, dan fashions and fads. Semua bentuk dari perilaku kolektif (collective behavior) melibatkan tindakan dari beberapa kolektifitas manusia, yakni sejumlah besar orang-orang yang interaksinya minim, terjadi karena tidak adanya norma-norma konvensional yang didefinisikan dengan baik. Macionis (1999: 608), mengutip pendapat Weller dan Quarantelli serta pendapat Turner dan ...

SISTEM KOMUNIKASI WARGA DESA DAN KOTA

  SISTEM KOMUNIKASI DESA DAN KOTA Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk sebuah kesatuan. Sedangkan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai penerima pesan melalui sebuah media untuk mencapai efek tertentu. Jadi sistem komunikasi adalah suatu sistem yang mencapai kesatuan atau susunan yang meliputi sebuah elemen-elemen terkait dengan komunikasi, dimana elemen-elemen tersebut membentuk suatu kesatuan yang saling mempengaruhi Pola Komunikasi menurut Syaiful Bahri Djamarah, pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengirim dan penerima pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami oleh komunikan. ·          Pengertian desa Bentuk pemerintahan terkecil di negara ini adalah desa. Biasanya desa hanya dihuni oleh sejumlah keluarga dan luas wilayah yang tidak begitu besar. Mayorita...