Langsung ke konten utama

SEJARAH PERKEMBANGAN PERILAKU KOLEKTIF DAN KELOMPOK SOSIAL

 PERILAKU KOLEKTIF

Spencer (1982: 491) menyatakan bahwa perilaku kolektif (collective behavior) dapat didefiniskan sebagai tindakan spontanitas, sifatnya sementara, dan tidak terlembagakan secara kelompok. Sedangkan Macionis (1999: 607) berpendapat bahwa perilaku kolektif (collective behavior) adalah aktivitas yang dilakukan oleh sejumlah anggota manusia yang jumlahnycukup banyak, bersifat spontanitas, dan biasanya bersifat penentangan terhadap norma yang sudah mapan (established norms). Bentuk-bentuk dari collective behavior adalah crowds, mobs and riots, rumor and gossip, public opinion, panic and mass hysteria, dan fashions and fads.

Semua bentuk dari perilaku kolektif (collective behavior) melibatkan tindakan dari beberapa kolektifitas manusia, yakni sejumlah besar orang-orang yang interaksinya minim, terjadi karena tidak adanya norma-norma konvensional yang didefinisikan dengan baik. Macionis (1999: 608), mengutip pendapat Weller dan Quarantelli serta pendapat Turner dan Killian, menyatakan bahwa sifat dari kolektifitas (collectivity), meliputi:

1)      Kolektifitas didasarkan atas interaksi sosial yang terbatas (Collectivity are based on limited social interaction).

2)      Kolektifitas tidak memiliki batasan yang jelas (Collectivity have no clear social boundaries)

3)      Kolektifitas menghasilkan norma yang lemah dan inkonvensional (Collectivity generate weak and unconventional norms).

Menurut Zanden (1988: 566), perilaku kolektif (collective behavior) dipandang sebagai cara berpikir (thinking), merasa (feeling) dan bertindak (acting) yang berkembang di antara sejumlah orang, yang relatif baru dan tidak didefinisikan dengan baik.

Sejarah Perkembangan Perilaku Kolektif

Sejarah perkembangan studi tentang perilaku kolektif (collective behavior) dapat disebutkan sebagai berikut:

·         Mass Hysteria: Sebagai Studi Awal tentang Perilaku Kolektif

·         “Kematian” Histeria Massa (The death of Mass Hysteria).

·         Pandangan The Emergent Norm Perspective (Perspektif Kemunculan Norma).

·         Pandangan The Value-added Theory (Teori Nilai-Tambah).

·         The SBI/Sociocybernetic Perspective.

·         Pandangan The Individualist Theories (Teori-Teori Individualis).

Bentuk Perilaku Kolektif

Ada beberapa bentuk dari perilaku kolektif antara lain:

1.        Kerumunan (Crowds)

Ada beberapa bentuk kerumunan yaitu :

·         Inconvenient aggregation kumpulan yang kurang menyenangkan

·         Panic crowds atau kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik

·         Spectator crowds atau kerumunan penonton, merupakan kerumunan dari orang-orang yang ingin melihat suatu kejadian tertentu.

·         Immoral crowds atau kerumunan-keruman yang bersifat imoral.

2.       Rumor

Rumor dalah suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan, dan dikomunikasikan yang muncul dari satu orang kepada orang lain (isu sosial).

3.       Opini Publik

Opini Publik dalah sekelompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai sesuatu hal dalam masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan pandangan / perspektif.

4.       Propaganda

Propaganda adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini publik.

Menurut Locher (2002: 6-8), terdapat beberapa perspektif teoritis yang bisa dijadikan dasar dalam menjelaskan tentang perilaku kolektif (collective behavior). Beberapa perspektif teoritis tersebut adalah: The Social Contagion Theory; The Emegent Norm Perspective; The Sociocybernetic Perspective; dan The Individualist Theories. Sedangkan menurut Stolley (2005: 185), teori-teori tentang perilaku kolektif (collective behavior) meliputi:Contagion theory, dan Emergent-Norm Theory.

Dari pendapat Locher dan Stolley tersebut, maka paling tidak terdapat Empat teori tentang Perilaku Kolektif (collective behavior). Ke-Empat teori Perilaku Kolektif (collective behavior) tersebut, meliputi: 

·         Social Contagion theory

Menurut Locher (2002: 11), Contagion Theory (Teori Penularan) mengkaji peristiwa-peristiwa sosial (social events) dan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya perilaku kerumunan (crowd behavior).

·         The Emegent Norm Theory

Menurut Turner dan Killian (Stolley, 2005: 186), Emergent-Norm Theory (Teori Kemunculan Norma) menerapkan pandangan interaksi sosial terhadap perilaku kerumunan (crowd behavior). Menurut Emergent-Norm Theory (Teori Kemunculan Norma) suatu norma baru berkembang (muncul) karena suatu peristiwa terjadi. Perkembangan norma ini tergantung pada isyarat dan komunikasi di antara para anggota crowd (kerumunan).

·         The Symbolic Interactionist (SBI)/Sociocybernetic Theory

McPhail memandang bahwa perilaku kolektif (collective behavior) adalah setiap organisasi atau koordinasi dari aktivitas individual (individual activity). Dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang seringkali datang untuk berkumpul bersama-sama dan membentuk kelompok temporer (perkumpulan sesaat), dimana mereka mengkoordinasikan perilaku mereka untuk memungkinkan setiap orang menyatukan tujuan-tujuan mereka

·         The Individualist Theories.

Menurut Locher (2002: 71), Convergence Theories berpendapat bahwa orang-orang yang ada dalam suatu kerumunan (crowds) terlibat karena adanya predisposisi (kecenderungan) individual. Convergence Theories (teori-teori Konvergensi) juga berpendapat bahwa individu-individu yang ada dalam suatu kerumunan (crowds) masih tetap sebagai individu, dan apabila mereka menunjukkan aksi “gila”, itu hanya dikarenakan oleh kehadiran orang lain yang memungkinkan mereka untuk melakukan hal sama.

KELOMPOK SOSIAL

Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan manusia yang saling hidup bersama dan menjalani saling ketergantungan dengan sadar dan tolong menolong (R.M. Macler & Charles H. Page: Society, An Introductory Analysis, Macmillan & Co.Ltd., London, 1961: 213).

Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong (Soejono Soekanto, 2006:104).

A. Ciri dan syarat Kelompok Sosial

Berikut ini akan disebutkan beberapa ciri kelompok sosial. 

·         Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain

·         Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya.

·          Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing

·         Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang ada.

·         Berlangsungnya suatu kepentingan.

·         Adanya pergerakan yang dinamik.

              Adapun syarat kelompok sosial sebagai berikut.

·         Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.

·         Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota lainnya.

·         Terdapat suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain.

·         Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

Berdasarkan interaksi sosial agar ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada, kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:

1.       Kelompok Primer

Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan,

2.       Kelompok Sekunder

Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya, partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain.

3.       Kelompok Formal

Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi.

4.       Kelompok Informal

Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang.

5.       In Group dan Out Group

In group merupakan kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu-individunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Out group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan sebagai lawan in group jelasnya kelompok sosial di luar anggotanya disebut out group.

6.       Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder

Charles Horton Cooley mengemukakan tentang kelompok primer (primary group) atau face to face group merupakan kelompok sosial yang paling sederhana, di mana para anggota-anggotanya saling mengenal, di mana ada kerja sama yang erat.

Kelompok sekunder (secondary group) ialah kelompok yang terdiri dari banyak orang, bersama siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi dan sifatnya tidak begitu langgeng.

7.       Paguyuban dan Patembayan

Tonnies dan Loomis menyatakan bahwa paguyuban (gemeinschaft) ialah bentuk kehidupan bersama, di mana para anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal, dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Hubungan seperti ini dapat dijumpai dalam keluarga, kelompok kekeluargaan, rukun tetangga, dan lain-lain.

Patembayan (gesellschaft) yaitu berupa ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat imajiner dan strukturnya bersifat mekanis sebagaimana terdapat dalam mesin. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.

8.       Membership Group & Reference Group

Membership group merupakan suatu kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Reference group ialah kelompok-kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu, TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER?

  Komunikasi Kontemporer : Merupakan perkembangan dari teori komunikasi klasik dan menjadi lebih kompleks dari sebelumnya. Komunikasi kontemporer biasa diidentikkan dengan komunikasi virtual, komunikasi virtual adalah proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau media lainnya. Teori Sekumpulan konstruks yang saling terkait dalam menjelaskan sebuah fenomena, ada 3 hal didalam konstruks : ·          Konsep : Generalisasi hal yang bersifat abstrak (dapat diamati) ·          Konstruks : sebuah konsep yang dapat diukur (teori) ·          Variabel : Konstruks yang memiliki variasi nilai (penelitian) Komunikasi Pengiriman pesan dari komunikator sebagai sumber pesan kepada penerima pesan yang akan menimbulkan efek. Komunikasi juga sulit untuk didefinisikan karena komunikasi bersifat multi disiplin yang dipengaaruhi oleh sosiologi, antropo...

SISTEM KOMUNIKASI WARGA DESA DAN KOTA

  SISTEM KOMUNIKASI DESA DAN KOTA Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk sebuah kesatuan. Sedangkan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai penerima pesan melalui sebuah media untuk mencapai efek tertentu. Jadi sistem komunikasi adalah suatu sistem yang mencapai kesatuan atau susunan yang meliputi sebuah elemen-elemen terkait dengan komunikasi, dimana elemen-elemen tersebut membentuk suatu kesatuan yang saling mempengaruhi Pola Komunikasi menurut Syaiful Bahri Djamarah, pola komunikasi dapat dipahami sebagai pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam pengirim dan penerima pesan dengan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami oleh komunikan. ·          Pengertian desa Bentuk pemerintahan terkecil di negara ini adalah desa. Biasanya desa hanya dihuni oleh sejumlah keluarga dan luas wilayah yang tidak begitu besar. Mayorita...